UMUMNYA, orangtua mencoba untuk mencegah anaknya
ketika mereka tertarik dalam kegiatan lain selain bidang akademis,
karena dikhawatirkan akan mengganggu pelajaran.
Namun pada kenyataannya, banyak penelitian menunjukkan
bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak
cenderung lebih baik ketika mereka diizinkan untuk
melakukan kegiatan tertentu yang disukai.
Tetapi pada saat yang sama, orangtua juga perlu membantu memilih kegiatan yang tepat untuk mengembangkan kesukaan anak menjadi hobi yang bahkan bisa menjanjikan di masa depan. Sehingga, anak tidak menapak jalan yang salah. Lantas, bagaimana batasan yang harus diterapkan orangtua kepada anak mengenai hobinya? Simak ulasan berikut ini
Pertama, hobi yang dipilih anak memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi dirinya. Ya, anak-anak dapat mengetahui lebih banyak tentang keterampilan diri dan bakat melalui hobi. Apakah itu menjahit, melukis, membuat boneka atau bermain game, anak-anak tahu lebih banyak tentang diri mereka sendiri saat rutin melakukan kegiatan tersebut.
Kedua, bantu anak untuk memilih hobi agar mereka dapat melewatkan waktu secara konstruktif. Daripada membuang-buang waktu dengan gadget atau menonton TV, jika anak-anak didorong untuk melakukan hobi, mereka akan tahu bagaimana menggunakan waktu secara konstruktif.
Ketiga, pertimbangan lain ketika menentukan aktivitas anak, apakah hobinya dapat mempertajam pikiran dan membantu dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
bahkan aktivitas kecil seperti membangun istana di pasir dapat mengajarkan anak Anda tentang perencanaan dan menyelesaikan sebuah proyek dengan sukses.!!
terimakasih atas kunjungannya.!!
di susun oleh: david.s 23/04/16
terimakasih atas kunjungannya.!!
di susun oleh: david.s 23/04/16

Tidak ada komentar:
Posting Komentar